Mengenal jenis jenis whey protein

Sebelumnya kita telah membahas kenapa harus minum whey protein, manfaat whey protein dan apakah meminum whey protein itu menghabiskan banyak uang. Saya membahas itu dahulu karena buat apa saya menjelaskan dulu panjang lebar teori soal whey protein, kalau teman-teman tidak tahu manfaatnya dan tidak ada niat menggunakan whey protein karena masalah harga? Nah setelah teman-teman tahu manfatnya, maka sekarang saya akan jelaskan jenis-jenis whey protein.

Whey protein awalnya adalah susu sapi, susu ini diolah menjadi keju, nah bagian cair dari sisa pengolahan tersebut adalah asal muasal whey protein ini. Jadi kalau mau jujur whey protein ini adalah limbah pembuatan keju, namun setelah diteliti memiliki profile asam amino yang lengkap, gilanya lagi whey protein memiliki nilai biological value (BV) yang tinggi, sehingga mudah diserap oleh tubuh sebagai nutrisi yang sangat banyak bermanfaat, lebih tinggi dari biological value sumber protein yang lain seperti putih telur, protein nabati misalnya dari tahu, tempe, kedelai. Jadilah whey protein seperti sekarang ini sebagai suplemen paling terkenal dan mahal tentunya (bagi yang gak punya duit).

Jenis-jenis whey protein

Supaya gak pusing dengan istilah-istilah aneh ala politikus (dan mahasiswa) yang akhirnya membuat teman teman bingung, maka saya coba jelaskan dengan bahasa yang sesimple mungkin, mudah-mudahan teman teman mengerti.
Awalnya adalah susu cair, nah susu cair ini kan mengandung banyak lemak dan karbohidrat (dalam bentuk lactose), nah akhirnya dilakukanlah proses filtrasi (pemisahan) agar lemak dan lactose dalam susu tersebut berkurang. Nah hasil proses filtrasi tersebut terbagi menjadi 3 berdasarkan kemurniannya, artinya semakin murni maka semakin sedikit lemak dan lactosenya (hingga 0%), nah ketiga hasil inilah yang kita kenal dengan 3 jenis whey protein, yaitu :

– Whey Protein Concentrate

Whey ini masih memiliki kandungan lemak dan lactose yang agak tinggi, namun tetap lebih sedikit dari susu cair biasa. Whey ini memiliki kandungan protein sekitar 30-80%, namun yang ada dipasaran indonesia berkisar antara 75-80%. Cocok buat teman teman yang hanya ingin untuk mencukupi kebutuhan protein harian, tidak masalah dengan lemak dan tidak lactose intolerance, tentunya bagi teman teman yang budget agak tipis ๐Ÿ™‚

– Whey Protein Isolate

Diproses dengan teknologi microfiltrasi dan ion exchane, menghasilkan protein dari 80% hingga 90%, lactose sedikit banget (hingga 0%), lemak sedikit juga (0,5% hingga 1%). Whey ini memiliki nilai biological value (BV) yang lebih tinggi dari whey concentrate. Cocok buat teman teman yang sedang diet tinggi protein dan rendah lemak, tentunya memiliki kantong yang lumayan tebal juga ๐Ÿ™‚ teman teman bisa meminumnya tanpa perlu takut mencret karena lactose intolerance, kecuali alergi susu sapi.

– Whey Protein Hydrolized

Ini whey protein paling murni hingga lemak bisa mencapai 0%, tapi ya harganya juga siap siap bikin kantong jebol kalau teman teman masih minta duit dari ortu. Selain itu whey ini juga mengalami proses hidrolisis yaitu penyederhanaan rantai-rantai asam amino sehingga lebih cepat lagi diserap tubuh. Kembali ke pelajaran SMA jika protein itu terdiri dari rantai-rantai asam amino, maka ketika masuk ke dalam tubuh protein tersebut akan terpisah menjadi rantai-rantai asam amino, lalu dipecah lagi menjadi rantai yang lebih sederhana. Nah whey hydrolized ini sudah dipecah menjadi rantai yang sederhana, jadi diseraplah whey ini oleh tubuh dengan cepat tanpa melalui proses pemecahan rantai amino lagi (tinggal lep, tinggal lep seperti sosis so nice).

Leave a Reply