Fakta dan Mitos Tentang Suplemen Fitness

Dalam proses pembentukan tubuh ideal kita pasti berkenalan dengan yang namanya suplemen, bahkan dalam kehidupan sehari hari secara tidak sadar kita pasti pernah menggunakan suplemen. Sebut saja ketika kita minum vitamin B complex, vitamin C, minyak ikan, calcium deredoxon, suplemen penambah energi seperti extra joss, hemaviton, atau multi vitamin seperti renovit, enervon c, dan sebagainya yang merupakan suplemen.

Bagaimana penggunaan suplemen untuk pembentukan tubuh ideal, fakta dan mitos tentang suplemen dan apa saja jenis jenis suplemen? Kami akan memberikan info tersebut secara mendasar, mengingat banyaknya persepsi yang salah tentang suplemen, ada yang secara extrim melarang dan sebaliknya ada yang mendewa-dewakan suplemen, seakan tanpa suplemen tubuh ideal hanyalah mimpi. Kami mencoba membahasnya secara objective sesuai fungsi dan kegunaan suplemen tersebut.

Untuk apa suplemen diciptakan?

Tubuh kita setiap harinya membutuhkan sejumlah nutrisi untuk kelangsungan hidup. Contohnya : protein untuk pembentukan dan pemeliharaan sel-sel otot, karbohidrat untuk digunakan sebagai energi dalam menjalankan aktifitas sehari-hari, vitamin A untuk kesehatan mata dan kulit, dan sebagainya. Kebutuhan nutrisi setiap orang berbeda beda, namun dibuatlah rata-rata kebutuhan tersebut sebagai patokan dalam istilah yang dikenal dengan AKG (Angka Kecukupan Gizi), namun pada dasarnya setiap orang berbeda kebutuhannya sesuai dengan kondisi tubuh orang tersebut dan aktifitasnya. Contoh : berdasar AKG dibutuhkan 2000 kalori/hari, untuk yang sedang program menaikan berat badan dan super sibuk tentu dibutuhkan lebih dari itu karena untuk keberhasilan program tersebut kalori yang masuk harus lebih banyak dari yang keluar.

Nutrisi yang kita butuhkan bisa didapatkan dari makanan sehari-hari dan ada juga yang dihasilkan tubuh secara langsung seperti beberapa jenis “asam amino esensial”. Nah masalahnya apakah anda benar-benar bisa mendapatkan asupan nutrisi yang dibutuhkan secara penuh dari makanan sehari-hari? Anda bisa mendownload tabel angka kecukupan gizi menurut depkes RI di sini

Untuk mencukupi kebutuhan nutrisi yang tidak secara lengkap kita dapatkan dari makanan sehari-hari, kita menggunakan suplemen. Jadi suplemen di sini sebagai makanan tambahan, BUKAN sebagai pengganti makanan sehari-hari!!

Apakah suplemen sama seperti obat?

Dari penjelasan sebelumnya diketahui bahwa suplemen diciptakan untuk melengkapi kebutuhan nutrisi yang tidak didapat secara penuh dari makanan sehari-hari, jadi selama anda bisa mencukupi kebutuhan nutrisi harian maka anda tidak perlu mengkonsumsi suplemen. Karena untuk melengkapi kebutuhan nutrisi harian, maka tentu suplemen terbuat dari bahan alami yang memang dibutuhkan tubuh. Misalnya : susu sapi, beef, kedelai, jagung, buah buahan dan tanaman herbal.

Beda dengan suplemen, obat diciptakan untuk menyembuhkan penyakit dan kelainan dalam tubuh. Obat terbuat dari bahan kimia yang jika dalam keadaan sehat orang tidak membutuhkannya, contoh : paracetamol, orang tidak membutuhkannya jika dalam keadaan sehat, namun ketika suhu tubuh tidak normal orang boleh mengkonsuminya sesuai dengan dosis dan petunjuk dokter.

Suplemen aspal (asli tapi palsu) dan dampak negatif suplemen

Beberapa tahun belakangan di Indonesia terkenal suatu produk penurun berat badan dan mengaku sebagai suplemen, namun setelah diteliti ternyata produk tersebut berisi “sibrutamin” yang telah dilarang peredarannya oleh FDA, badan kesehatan dunia yang bertugas mengawasi obat obatan (saya tidak sebut merk suplemen aspal tersebut). Sibrutamin sebelum dilarang biasa digunakan penderita obesitas berat dengan menekan rasa lapar melalui sistem syaraf, efeknya memang menurunkan berat badan, wajar karena kalau tidak nafsu makan pasti turun berat badan, namun efek efek setelahnya yang mengerikan. Kebetulan teman kami ada yang mengkonsumsi, memang benar turun drastis tapi setelahnya gemuk lagi karena pola hidup tidak diperbaiki, baik pola makan dan olahraga.

Walaupun berisi nutrisi yang berguna untuk tubuh suplemen bisa saja memiliki kontra indikasi, karena pada dasarnya sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Contoh, vitamin ada yang larut dalam air (B, C) dan sisanya larut dalam lemak, dimana jika kelebihan akan mengakibatkan sesuatu (lain kali saya bahas).

Suplemen juga bisa mengakibatkan alergi (tiap orang berbeda), contoh suplemen “protein powder” yang terbuat dari telur, bagi anda yang alergi telur bisa berefek negatif misal jerawatan, namun bagi yang tidak alergi telur maka akan baik-baik saja. Karena itu tetap konsultasikan pada dokter, ahli gizi atau tenaga profesional lainnya sebelum mengkonsumsi suatu suplemen.

Apakah suplemen membuat kecanduan?

Untuk menjawab ini, kita harus samakan dulu definisi kecanduan. Setiap hari kita butuh air minum supaya tidak haus, apakah disebut kecanduan saat kita tidak minum merasa haus? Kita butuh karbohidrat untuk tenaga, apakah disebut kecanduan saat kita lemas ketika tidak mengkonsumsi karbohidrat? Kita butuh vitamin c untuk mencegah sariawan, apakah disebut kecanduan saat kita sariawan ketika kurang vitamin c.

Begitu pula dengan suplemen, misalnya suplemen “whey protein”, ketika kita mengkonsumsi perkembangan otot kita maksimal, ketika kita tidak mengkonsumsi lagi maka perkembangan otot kita stagnan atau bahkan menurun (saat tidak mengkonsumsi protein yang didapat tubuh kurang), apa itu bisa disebut kecanduan?

Jawabannya, TENTU TIDAK? karena baik air, karbohidrat, vitamin c, suplemen whey protein, berisi nutrisi yang dibutuhkan tubuh, dimana tubuh memang membutuhkannya dan secara alami akan mengakibatkan suatu hal saat kekurangan nutrisi tersebut, misal haus dan lain lain. Beda hal dengan narkoba, kalau narkoba disebut kecanduan karena pada dasarnya tubuh kita tidak membutuhkannya, tapi setelah kecanduan tubuh kita akan bereaksi saat tidak mengkonsumsinya. Demikian juga rokok, pada dasarnya tubuh tidak butuh rokok, namun setelah kecanduan seolah olah tubuh kita butuh rokok, efeknya? Mungkin pecandu rokok, narkoba, Tuhan yang lebih tau karena saya tidak kecanduan rokok dan narkoba.

Jadi suplemen tidak membuat kecanduan, karena kita bisa kapanpun berhenti mengkonsumsi jika kebutuhan nutrisi bisa kita penuhi. Baik pengguna suplemen ataupun bukan, kebutuhan nutrisi tetap sama, saat kita kekurangan karbohidrat maka baik pengguna suplemen atau bukan akan lemas, jika kelebihan lemak maka baik pengguna suplemen atau bukan akan menjadi gemuk, saat kekurangan protein maka baik pengguna suplemen atau bukan akan terhambat pertumbuhan ototnya.

Suplemen bukan obat dewa!

Ada juga yang menganggap suplemen adalah segalanya, yang pasti akan berhasil membentuk tubuh ideal. Nyatanya suplemen hanya makanan tambahan, pelengkap saja yang tetap harus ditunjang “real food” yang lengkap dan bergizi, istirahat yang teratur dan tentu olahraga yang giat.

Jika anda mengkonsumsi suplemen pembakar lemak namun tetap banyak makan junk food dan tidak olahraga, maka saya jamin anda tetap gemuk. Jika anda mengkonsumsi suplemen penambah berat badan, namun cuma makan sehari 2x dengan menu sayur kol dan nangka maka saya jamin anda tetap kurus. Anda mengkonsumsi whey protein namun tidak rajin angkat beban, di gym cuma mengintip paha cewe saja, maka saya jamin otot anda tidak akan berkembang.

Jadi suplemen itu cuma nutrisi/makanan pelengkap yang harus ditunjang dengan pola makan yang benar, olahraga dan istirahat untuk membentuk tubuh ideal anda. Suplemen dibutuhkan saat anda kekungan nutrisi dari makanan sehari-hari anda, anda bisa download di sini untuk melihat kebutuhan nutrisi harian anda (ingat, kebutuhan nutrisi setiap orang berbeda, tetap konsultasikan dengan dokter dan ahli gizi anda untuk pola makan yang baik bagi anda).

Leave a Reply